Rangka Amfibi

Amfibi mempunyai tengkorak yang tebal dan luas secara proporsional,kebalikan dari ikan. Tengkorak amfibi mempunyai tulang-tulang premaksila, nasal,frontal, parietal, dan skuamosa. Kebanyakan permukaan dorsal dari tubuh tidak seluruhnya tertutup tulang. Bagian dari kondrokranium masih belum mengeras hanya daerah oksipital mengeras, dan masing-masing memiliki kondila bertemu denganvertebra pertama. Tidak ada palatum sekunder pada amfibi, akibatnya nares internallebih maju didalam langit-langit mulut (Sukiya, 2003)

Sukiya. 2003.Biologi Vertebrata. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

AMFIBI

Rangka katak terdiri atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagianlunak. Fungsi rangka adalah untuk melindungi bagian-bagian tubuh yangpitalmeletaknya otot daging yang berguna untuk bergerak dan berjalan. Pada fas cebongtulang masih lunak kemudian fase dewasa menjadi keras. Tetapi sambungan-sambungan tulang masih lunak, dengan permukaan yang licin. Tempurung kepala ,vertebrat dan sternum merupakan skelton axial sedangkan kaki adalah skeletonapindikular. Pada ikan sirip merupakan eksoskleton : sedangkan endoskeleton terdiriatas tulang tempurung kepala, kolumna vertebralis, cigulum pekyorallis, tulang-tulang kecil tambahan yang menyokong sirip. Sedangkan skleton aves biladibandingkan dengan reptilian dan mamalia merupakan tulang yang berongga danringan. Hal ini merupakan modifikasi untuk terbang. Aves adalah bipedal. Tulangtempurungnya merupakan atau pada hewan yang masih muda terpiah satu denganyang lainnya, setelah tua akan bersenyawa bersenyawa menjadi satu.Sekrum atau tulang kelangkang berbenttuk segitiga dan terletak di bagian bawah columna vertebralis, terjepit diantara kedua tulang inominata atau tulang coxaedan membentuk bagian belakang rongga pelvis, dasar dari sakrum terletak di atas dan bersendi dengan vertebra lumbalis kelima dan membentuk sendi invertebra yangkhas. Tepi interior dari basis sakrum membentuk promontorium sakralis. Kanalissakralis berlubang untuk dilalui saraf sakral. Prosessus apinous yang rudimenter dapat dilihat pada pada pandangan posterior dari sekrum. Permukaan anterior sakrumadalah cekung dan memperlihatkan empat gili-gili melintang, yang menandakantempat penggacungan kelima vertebrae sakralis. Pada ujung gili-gili itu di setiap sisinterdapat lubang kecil unrtuk dilewati urat-urat saraf. Lubangini disebut faromin,apeks dari sekrum bersendi dengan tulang koksigealis.

1 Sistem Rangka

Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagian yang lunak. Fungsi rangka adalah untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang vital, melekatnya otot daging berguna untuk gerak dan berjalan. Pada fase cebong (berudu) tulang-tulang masih lunak.Kemudian pada fase dewasa menjadi keras. Tapi pada sambungan-sambungan tulang masih tetap lunak dengan permukaan yang licin.Tempurung kepala,vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale sedang kaki merupakan skeleton appendiculare.

Tempurung kepala yang besar serta pipih terdiri atas:

1. Cranium yang sempit

2. Beberapa pasang kapsula sensoris dari hidung kapsula pendengar dan kapsula yang besar untuk mata.

3. Tulang-tulang rahang, os hyoid dan tulang rawan dari larynx (skleton viseral).

Bangsa amphibi merupakan Vertebrata yang pertama mempunyai sternum (tulang dada) tetapi perkembangannya kurang sempurna. Tulang iga hanya pendek dan  kurang berkembang sehingga tidak berhubungan dengan sternum seperti yang terjadi pada reptil, burung atau mamal.

Sebagian besar amfibi mempunyai dua pasang tungkai dengan empat jari kaki pada kaki depan dan lima jari kaki belakang.Jumlah jari mungkin ada yang berkurang seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak ada pada Caecillia.Tungkai biasanya tidak mempunyai kuku, tapi ada semacam tanduk pada jari-jarinya.

Tulang punggung yang bersambung dengan kepala dan extrimitas berfungsi menyokong tubuh dan melindungi sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyl, yang merupkan silindris, masing-masing vertebrae merupakan satu segmen pendek yang fleksibel seperti vertebrae lainnya. Tiap-tiap vertebrae terdiri atas centrum atau corpus yang memiliki lengkung atas (archus neuralis) sebagai tempat sumsum.Sebelah atasnya terdapat cuatan neuralis terdapat sepasang processus articularis yang menyebabkan vertebrae dapat sedikit bergerak; tidak memunyai tulang rusuk (costale).

Tempat tumpuan extemitas anterior berupa cingulum cranialis (pectoral gridle) yang berbentuk sebagai rangka yang melingkari alat-alat dalam thorax. cingulum cranialis melekat pada vertebrae dengan otot daging. Masing-masing setengahnya terdiri atas tulang rawan lebar. Supra scapula sebelah dorsal, scapula kecil sebelah lateral dan clavicula yang silindris dan coracoid yang lebar sebelah ventral.Coracoid bergabung dengan sternum yang berupa tulang rawan besar, tersusun atas episternum, omosternum,mesosternum,xiphisternum.Pada sternum bertemulah os scapula dan carocoid, dan terbentuk mangkok cavitalis glenoidalis yang merupakan sendi tempat kepala os humerus.

Tumuan extemitas posterior berupa cingulum posterior (pelvic gridle) merupakan persatuan tulang yang mempunyai bentuk yanng terdiri atas os illium sebelah anterior, os oschium sebelah posterior dan os pubis sebelah ventral. Pada ketiga tulang tersebut bertemu teerdapat mangkokan yang disebut acetabulum tempat kepala os femur melekat.Tiap-tiap bagian dari sepasang os illium yang merupakan tulang yang memanjang sejajar dengan urostyl dan sejajar dengan sacrum.

Gambar Sistem Rangka Katak

Bentuk tulang mempunyai hubungan erat dengan tugasnya.Tulang tempurung kepala bersenyawa, sedang cingulum anterior dengan cingulum posterior merupakan tulang-tulang yang terangkai menjadi satu. Tulang yang bersenyawa tidak dapat digerak-gerakkan terhadap satu sama lain. Pada humerus dan femur terdapat satu hubungan bentuk bola dan mangkokan yang menyebabkan gerak putar. Hubungan engsel terdapat pada siku dan lutut. Gerakan-gerakan itu dimungkinkan oleh adanya otot ligamen dari jaringan ikat.Kecuali itu juga disebabkan oleh otot-otot daging yang dapat memanjang dan memendek, sebagai penggeraknya.Pada tulang yang panjang dibedakan atas bagian central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya disebut epiphyse.Pada tulang-tulang yang bersenyawa terdapat hubungan satu sama lain, dan amsing-masing epiphyse dan diaphyse juga terdapat hubungan tidak teratur dan terkunci oleh sutura.Pada katak sutura masih berupa tulang rawan, sehingga tulang itu dapat tumbuh terus.Pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang keras pada saat tertentu. Dengan demikian pertumbuhan menjadi lebih besar lagi tidak mungkin terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s