Ordo Cellombolla

Tubuh insekta ini berukuran kecil (panjang 2 – 5 mm), tak bersayap. Antena panjangnya sedang, beruas 4. Kaki dengan tarsus, beruas tunggal. Pada median abdomen terdapat alat tambahan untuk meloncat yang disebut furcula. Alat mulut untuk mengunyah, mata majemuk. Abdomen terdiri dari 6 somit. Tak ada metamorfosis. hidup di bawah dedaunan, lumut, kulit kayu, dan batu. Contoh: kutu kebun (Papirius fuscus), dan pinjal kebun (Sminthurus hortensis) yang merusak tanaman sayuran, Achorulus armatum yang merusak jamur merang, dan ekor loncat (Entomobrya laguna).

Ciri-ciri ruas tubuh tampak mempat dan berlekatan satu dengan yang lain. Tubuh kecil, umunya berwarna hitam, tidak bersayan dan antenna terdiri atas 4 ruas. Mempunyai ekor (furcula) seperti pegas yang dapat digunakan untuk melompat.
Habitat : Sering dijumpai di tanah, serasah daun, di bawah kulit kayu, tempat-tempat lembab sepanjang pantai , beberapa spesies terdapat pada tumbuh-tumbuhan, sarang rayap atau gua-gua. Memakan tumbuh-tumbuhan busuk, jamur, bakteri, tepung sari.
Peranan: Hewan ini memiliki peranan penting pada bahan-bahan yang membusuk (bangkai), jarang yang bertindak sebagai hama.
Biologi Collembola

Deskripsi. Berukuran hingga 4 mm. Tubuh memiliki rambut pendek. Warna lebih bervariasi, umumnya berwarna hijau, kuning, biru atau ungu.

Biologi. Ditemukan di berbagai habitat, biasanya memakan sisa-sisa daun membusuk, kayu dan lainnya sayuran. Organ melompat berkembang dengan baik pada spesies ini dan ketika merasa terganggu serangga ini akan melompat pergi dengan menjentikkan ‘ekor’, atau furcula. selain itu, serangga ini juga merupakan pemanjat yang mahir, bahkan pada permukaan cukup halus, dengan menggunakan tabung ventral, yang bertindak sebagai organ perekat. Dalam kondisi normal serangga ini dapat menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun.

Distribusi. Sepanjang Eropa, termasuk Kepulauan Inggris.

 

COLLEMBOLA
Ekor pegas (Ordo Cellembolla)
Ciri-ciri : ruas tubuh tampak mempat dan berlekatan satu dengan yang lain. Tubuh kecil, umunya berwarna hitam, tidak bersayan dan antenna terdiri atas 4 ruas. Mempunyai ekor (furcula) seperti pegas yang dapat digunakan untuk melompat. bagian yang mirip tabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen. Mekanisme kerja furca ini unik, yaitu bila tidak dipakai, maka bagian ujungnya akan menjepit sebuah “tonjolan” yang disebut colophore. Ketika penjepit ini dilepaskan, maka alat pelenting ini akan melentingkan tubuh collembola. Oleh karena itu, collembola disebut juga Ekor Pegas.

 

Habitat : Sering dijumpai di tanah, serasah daun, di bawah kulit kayu, tempat-tempat lembab sepanjang pantai , beberapa spesies terdapat pada tumbuh-tumbuhan, sarang rayap atau gua-gua. Ada beberapa dari jenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan. Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya
Peranan: Hewan ini memiliki peranan penting pada bahan-bahan yang membusuk (bangkai), jarang yang bertindak sebagai hama. Kelompok collembola ini kebanyakan hidup di atas permukaan tanah sehingga digunakan oleh para ahli untuk mendeteksi polusi tanah. Collembola diketahui peka terhadap herbisida. Potensi ini cukup layak untuk diteliti, terutama untuk pengelolaan lingkungan yang aman dari benda berbahaya.
Presentation1
1. Familia : Entomobrydae
• Entomobryidae merupakan Familia yang terbesar dari ordo Collembola.
• Berwarna kecoklat-coklatan atau keputih-putihan dan beberapa jenis ada yang berwarna belang.
• Memiliki antena panjang, memiliki abdomen 6 ruas dan ruas abdomen keempat sangat besar. Protoraks menyusut, biasanya tidak terlihat dari atas dan tidak memiliki rambut-rambut duri atau seta di bagian dorsal.
• Tubuh bersisik dan jika ada seta bentuknya seperti gada. Furkula berkembang dengan baik. Contoh, A: Tomocerus Elongates dan B: Entomobrya Sicia.
 Presentation2
2 Familia: Isotomidae
• Isotomidae berwarna putih, putih kuning, dan hijau sampai biru, coklat dan ungu tua dengan garis-garis longitudinal atau pita-pita transversal.
• Tubuh memanjang, abdomen memiliki 6 ruas yang jelas terlihat. Ruas abdomen ketiga dan keempat kira-kira sama panjang dengan panjang garis tengah ruas abdomen ketiga.
• Tubuh tidak bersisik dan jika memiliki seta bentuknya sederhana. Furkula seringkali menyusut. Contoh : Isotomurus Tricolor
tmp2044_thumb_thumb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s